Menu

Mode Gelap
Korban Gempa Venezuela Capai 188 Jiwa, Bantuan Internasional Berdatangan

Wawasan

Galaksi MXDFz4.4 Ditemukan, Pabrik Bintang 10 Kali Lebih Cepat dari Bima Sakti

badge-check

Teleskop Hubble temukan galaksi purba MXDFz4.4 berusia 12 miliar tahun yang mampu membentuk bintang 10 kali lebih cepat dari Bima Sakti. Perbesar

Teleskop Hubble temukan galaksi purba MXDFz4.4 berusia 12 miliar tahun yang mampu membentuk bintang 10 kali lebih cepat dari Bima Sakti.

KarawangMu – Teleskop Hubble milik NASA berhasil menangkap galaksi purba bernama MXDFz4.4 di lokasi yang sangat jauh dari Bumi. Ilmuwan sebelumnya menduga lokasi tersebut sangat sulit ditemukan maupun diamati.

Penemuan ini terjadi saat galaksi tersebut tengah melakukan proses unik. Galaksi ini ternyata sedang mengusir kabut kosmik berupa gas hidrogen netral yang ada sejak awal pembentukan alam semesta.

Teleskop Hubble bisa mendeteksi adanya pancaran sinar ultraviolet dari galaksi purba tersebut. Hal ini hanya dapat terjadi apabila gas hidrogennya telah mengalami ionisasi.

Gas tersebut kemudian terurai jadi transparan. Temuan galaksi purba MXDFz4.4 sudah terpublikasi di Astrophysical Journal pada 23 Juni 2026.

Astronom sempat punya keyakinan berbeda soal kondisi luar angkasa di era awal semesta. Kabut gas hidrogen netral diyakini bersifat sangat pekat saat itu.

Gas hidrogen netral memiliki kemampuan menyerap radiasi ultraviolet secara luar biasa. Keberadaannya bisa memblokir pandangan teleskop sekaligus membuat objek di baliknya tak terlihat.

Kondisi itulah yang membuat temuan Hubble kali ini terasa mengejutkan. Galaksi ini justru berhasil terdeteksi meski seharusnya tertutup kabut tebal.

Asal Galaksi MXDFz4.4

Ilmuwan menelusuri asal-muasal galaksi kuno ini. Hasilnya, galaksi tersebut berasal dari akhir era Reionisasi, masa ketika alam semesta mulai jadi lebih bening untuk cahaya.

Sekitar satu miliar tahun pertama setelah Big Bang, ruang antargalaksi masih dipenuhi gas hidrogen netral. Proses perubahannya kemungkinan besar terjadi secara bertahap.

Perkiraannya berlangsung selama ratusan juta tahun. Ilias Goovaerts selaku penulis utama penelitian menjelaskan hal ini.

Karakter Galaksi MXDFz4.4

Ilmuwan mengungkap karakter galaksi lewat cahaya yang berhasil ditangkap. Cahaya ini terpancar lebih dari 12 miliar tahun lalu.

Sepanjang perjalanannya ke Bumi, alam semesta mengalami pemuaian. Proses ini membuat panjang gelombang bergeser dari ultraviolet menjadi cahaya tampak, fenomena yang dikenal sebagai pergeseran merah.

Ukuran galaksi ini juga menarik perhatian. Dibandingkan galaksi Bima Sakti, luas MXDFz4.4 berkisar 100 kali lebih kecil.

Meski lebih kecil, galaksi ini mampu membentuk bintang sampai 10 kali lipat lebih cepat dibanding Bima Sakti. Kecepatan ini tergolong luar biasa untuk ukuran galaksinya.

Memiliki Deteksi Foton Pengion

Galaksi ini berbeda dari galaksi-galaksi purba lain yang sudah ditemukan di periode sama. Astronom sebelumnya belum pernah menemukan galaksi dengan foton pengion, yaitu partikel cahaya berenergi tinggi.

Temuan foton pengion pada galaksi inilah yang membuat astronom menyebutnya sangat penting. Menurut pengamatan Hubble, cahayanya datang dari gugusan bintang muda bermassa besar yang baru terbentuk sekitar jutaan tahun sebelumnya.

Kombinasi Teleskop Hubble dan James Webb

Kolaborasi antara teleskop Hubble dan James Webb membantu ilmuwan mengungkap berbagai detail tentang galaksi purba MXDFz4.4. Analisis mendalam tim peneliti turut mendukung temuan ini.

Lewat analisis itu, astronom mengungkap bahwa bintang-bintang di dalam gugusan galaksinya tak terbentuk sekaligus. Bintang-bintang tersebut lahir dalam beberapa gelombang ledakan berbeda.

Tiap gelombang kelahiran bintang masif yang masih muda memicu munculnya radiasi ultraviolet berenergi tinggi dalam jumlah besar. Radiasi inilah yang akhirnya menyapu bersih ruang di dalam maupun sekitar galaksinya.

Galaksi ini pun kehilangan kepungan kabut gas yang sebelumnya menutupinya. Penemuan galaksi purba MXDFz4.4 mencuri perhatian dunia astronomi karena sebelumnya sempat disebut mustahil untuk ditemukan.

Berkat temuan ini, ilmuwan kini punya bekal lebih untuk menjelaskan proses penghilangan kabut alam semesta pada masa awal pembentukannya.

Pertanyaan

Q: Apa itu galaksi MXDFz4.4?

A: MXDFz4.4 adalah galaksi purba yang ditemukan teleskop Hubble, berasal dari akhir era Reionisasi dan mampu membentuk bintang 10 kali lebih cepat dari Bima Sakti meski ukurannya 100 kali lebih kecil.

Q: Bagaimana teleskop Hubble bisa menemukan galaksi MXDFz4.4?

A: Hubble mendeteksi pancaran sinar ultraviolet dari galaksi tersebut setelah gas hidrogen netral di sekitarnya mengalami ionisasi dan menjadi transparan.

Q: Apa itu foton pengion pada galaksi MXDFz4.4?

A: Foton pengion adalah partikel cahaya berenergi tinggi yang berasal dari gugusan bintang muda bermassa besar, dan menjadi temuan unik yang belum pernah terdeteksi pada galaksi purba lain di periode sama.

Q: Siapa yang memimpin penelitian galaksi MXDFz4.4?

A: Penelitian ini dipimpin oleh Ilias Goovaerts sebagai penulis utama, dengan hasil terpublikasi di Astrophysical Journal pada 23 Juni 2026.

Q: Bagaimana teleskop Hubble dan James Webb berkolaborasi dalam penemuan ini?

A: Kombinasi data dari kedua teleskop membantu astronom mengungkap bahwa bintang-bintang di galaksi MXDFz4.4 terbentuk dalam beberapa gelombang ledakan berbeda, bukan sekaligus.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

24.000 Atom Rubidium Disulap Jadi ‘Alam Semesta Mini’ di Birmingham

26 Juni 2026 - 14:55 WIB

Fisikawan University of Birmingham ciptakan "alam semesta mini" dari atom rubidium untuk membuktikan waktu muncul dari entropi, bukan jam eksternal.

Lebih Ringan dari Permen Kapas, 2 Planet Raksasa Ini Kejutkan Astronom

26 Juni 2026 - 14:46 WIB

Astronom Oxford temukan dua eksoplanet seukuran Jupiter dengan kepadatan lebih rendah dari permen kapas, dijuluki "super-puff" dan sangat jarang ditemukan.
Trending di Wawasan