KarawangMu – Tim astronom internasional menemukan dua planet raksasa seukuran Jupiter dengan kepadatan massa lebih rendah dari permen kapas. Kedua planet itu dijuluki “super-puff” dan mengorbit sebuah bintang berjarak lebih dari 1.000 tahun cahaya dari Bumi.
Temuan ini dipimpin oleh George Dransfield dari University of Oxford, sebagaimana dilansir Euronews, Kamis (25/6/2026). Hasil penelitian tim telah dipublikasikan dalam jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society.
Kedua planet ini tercatat sebagai eksoplanet terbesar yang pernah ditemukan dengan kepadatan massa serendah itu. Status ini sekaligus menjadikannya planet paling ringan yang diketahui untuk ukuran sebesarnya.
Tingkat kepadatannya benar-benar ekstrem. Dransfield menggambarkan kondisi itu lewat perbandingan yang tidak biasa.
“Densitas kedua planet ini setara dengan segumpal busa cukur segar yang baru keluar dari kaleng,” kata Dransfield.
Julukan “super-puff” memang identik dengan permen kapas dari segi kepadatan. Namun warna asli kedua planet itu diduga bukan merah muda seperti permen kapas pada umumnya.
Dransfield menduga warna asli kedua planet itu kemungkinan putih atau biru. Warna tersebut bergantung pada tutupan awan di atmosfernya.
Dia memperkirakan kedua planet tersebut sebagian besar tersusun dari hidrogen dan helium. Untuk memastikan komposisi kimianya secara pasti, dibutuhkan pengamatan lanjutan menggunakan Teleskop Antariksa James Webb (JWST) milik NASA.
Kedua planet ini awalnya terdeteksi oleh satelit TESS milik NASA. Keduanya mengorbit sebuah bintang di konstelasi Volans yang terletak di belahan langit selatan.
Jarak bintang tersebut dari Bumi sekitar 1.110 tahun cahaya. Satu tahun cahaya sendiri setara dengan kurang lebih 9,7 triliun kilometer.
Sebagai perbandingan, kepadatan Jupiter bisa mencapai 35 kali lipat lebih tinggi dibanding kedua planet super-puff tersebut. Selisihnya jauh sekali.
Planet bertipe super-puff tergolong sangat jarang ditemukan di alam semesta. Dari hampir 6.300 eksoplanet yang telah dikatalogkan NASA hingga saat ini, kurang dari 40 di antaranya yang terkonfirmasi sebagai super-puff.
Para astronom menduga planet jenis ini terbentuk dari cakram kaya gas yang mengelilingi bintang-bintang yang baru lahir. Materi pada cakram itu kemudian hilang sebagian besar secara perlahan seiring waktu.
Dransfield menjelaskan, penemuan semacam ini punya nilai penting dalam memahami proses pembentukan planet secara lebih luas.
“Pada akhirnya, dengan mempelajari sistem-sistem eksotis yang berisi jenis-jenis planet yang jarang ditemukan, kami menambahkan kepingan-kepingan lain ke dalam teka-teki pembentukan planet dan belajar lebih banyak tentang posisi kita di alam semesta,” kata Dransfield.
Penemuan dua planet super-puff ini menambah daftar pendek eksoplanet eksotis yang berhasil dikonfirmasi para astronom. Pengamatan lanjutan dengan teleskop yang lebih canggih masih dibutuhkan untuk mengungkap detail komposisi atmosfer keduanya secara lebih lengkap.
Pertanyaan
Q: Apa itu planet super-puff?
A: Super-puff adalah julukan untuk planet raksasa seukuran Jupiter namun memiliki kepadatan massa sangat rendah, bahkan lebih ringan dari permen kapas.
Q: Siapa yang menemukan dua planet super-puff ini?
A: Penemuan dipimpin oleh George Dransfield dari University of Oxford bersama timnya, dengan hasil dipublikasikan di jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society.
Q: Di mana lokasi dua planet super-puff tersebut?
A: Kedua planet mengorbit sebuah bintang di konstelasi Volans, berjarak sekitar 1.110 tahun cahaya dari Bumi.
Q: Apa perbedaan kepadatan planet super-puff dengan Jupiter?
A: Kepadatan Jupiter bisa mencapai 35 kali lipat lebih tinggi dibandingkan kedua planet super-puff tersebut.
Q: Seberapa jarang planet jenis super-puff ditemukan?
A: Dari hampir 6.300 eksoplanet yang dikatalogkan NASA, kurang dari 40 di antaranya terkonfirmasi sebagai super-puff.












