Menu

Mode Gelap
Korban Gempa Venezuela Capai 188 Jiwa, Bantuan Internasional Berdatangan

Teknologi

NSA Blokir AI Mythos 5 Anthropic, Trump Jadi Pemicu Utama Konflik

badge-check

NSA kehilangan akses ke AI Mythos 5 Anthropic usai Trump berlakukan pembatasan ekspor. Simak kronologi konflik yang bermula sejak Februari 2025. Perbesar

NSA kehilangan akses ke AI Mythos 5 Anthropic usai Trump berlakukan pembatasan ekspor. Simak kronologi konflik yang bermula sejak Februari 2025.

KarawangMu – Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat kehilangan akses ke model kecerdasan buatan Mythos 5 milik Anthropic — alat yang terbukti mampu mendeteksi celah keamanan jaringan pemerintah secara otomatis dalam waktu sangat singkat.

Pemutusan ini merupakan dampak langsung dari serangkaian konfrontasi berbulan-bulan antara pemerintahan Trump dan perusahaan AI asal Silicon Valley tersebut, sebagaimana dilaporkan New York Times.

Pembatasan Ekspor: Titik Balik yang Mengakhiri Akses

Akses NSA ke Mythos 5 terputus setelah pemerintahan Trump menerbitkan pembatasan ekspor terhadap Anthropic pada awal bulan ini. Pemerintah berdalih keputusan itu dilandasi oleh kekhawatiran keamanan nasional.

Dampaknya segera terasa di kalangan badan intelijen. New York Times mencatat bahwa hilangnya akses itu “merampas” alat intelijen yang selama ini mengesankan sekaligus mengkhawatirkan para analis — terutama karena ketajamannya dalam menemukan kelemahan perangkat lunak yang sebelumnya sulit terdeteksi.

Selama berbulan-bulan sebelum pembatasan itu diberlakukan, teknologi Anthropic sudah terintegrasi semakin dalam dengan jaringan pemerintah AS yang terklasifikasi. Model-modelnya aktif dipakai untuk analisis intelijen, perencanaan operasional, hingga operasi siber aktif di lapangan.

Bobol Jaringan Rahasia Pemerintah dalam Hitungan Jam

Alasan kekhawatiran itu sangat konkret. Selama fase pengujian, Mythos 5 berhasil mengidentifikasi kerentanan dalam jaringan pemerintah yang diklaim sangat aman “dalam hitungan jam,” demikian laporan AP yang mengutip seorang pejabat AS anonim.

Kemampuan ini langsung menimbulkan dilema serius. Di satu sisi, model dengan kapasitas seperti ini amat bernilai untuk memperkuat pertahanan siber nasional secara proaktif sebelum musuh sempat mengeksploitasinya. Di sisi lain, kerentanan yang sama dapat dimanfaatkan oleh pihak yang salah untuk mengotomatiskan serangan siber dan menurunkan secara drastis hambatan teknis bagi pelaku jahat — baik aktor negara maupun kelompok kriminal.

Para ahli sudah lama memperingatkan paradoks ini. Alat yang mampu memperkuat pertahanan siber adalah alat yang sama yang bisa menjadi senjata ofensif paling efisien jika jatuh ke tangan yang keliru.

Februari: Anthropic Dicap “Risiko Rantai Pasokan”

Konflik antara Anthropic dan Washington tidak bermula dari pembatasan ekspor. Akarnya lebih jauh ke belakang.

Pada Februari lalu, Departemen Perang lebih dahulu menetapkan Anthropic sebagai “risiko rantai pasokan.” Penetapan itu dipicu oleh penolakan keras Anthropic untuk mencabut pembatasan yang mereka terapkan pada sejumlah aplikasi militer dalam sistemnya.

Anthropic tidak mundur. Perusahaan secara terbuka menyatakan menentang pengawasan domestik massal dan pengembangan senjata otonom penuh — dua hal yang bertentangan langsung dengan sejumlah kebutuhan operasional militer AS.

Jurang antara kebutuhan operasional negara dan batas etika yang ditetapkan perusahaan terbukti terlalu dalam untuk dijembatani. Posisi keras kedua pihak menjadikan kompromi mustahil tercapai dalam waktu singkat.

Trump Keluarkan Perintah Pemblokiran Enam Bulan

Dari sana, konflik meningkat ke level kebijakan tertinggi. Presiden Donald Trump mengeluarkan perintah eksekutif yang mewajibkan seluruh lembaga federal secara bertahap menghentikan penggunaan teknologi Anthropic dalam jangka waktu enam bulan.

Anthropic tidak menerima keputusan itu tanpa perlawanan. Perusahaan mengajukan gugatan hukum terhadap pemerintah federal, berargumen bahwa tindakan tersebut merupakan pembalasan yang melanggar hukum atas penolakan mereka melonggarkan pagar pengaman pada penggunaan militer AI.

Gugatan itu masih berjalan. Yang menarik, sejumlah laporan media kemudian mengungkap bahwa sebagian institusi pemerintah AS disebut masih terus menggunakan sistem Anthropic — terlepas dari perintah penghentian dan proses litigasi yang berlangsung bersamaan. Fakta ini memperlihatkan betapa ketergantungan operasional terhadap teknologi Anthropic sudah terlanjur mengakar.

Five Eyes Peringatkan Ancaman AI Siber Global

Insiden ini hadir di tengah kegelisahan yang jauh lebih besar dari sekadar sengketa bilateral.

Para peneliti, pemimpin teknologi, dan pejabat keamanan berbagai negara memperingatkan bahwa integrasi sistem AI ke dalam operasi militer dan intelijen berlangsung jauh lebih cepat daripada kemampuan pemerintah dan lembaga untuk beradaptasi dengan peningkatan kemampuannya yang terus berlangsung tanpa jeda.

Senin lalu, para ahli keamanan siber dari aliansi intelijen Five Eyes — yang mencakup Amerika Serikat, Inggris, Australia, Kanada, dan Selandia Baru — secara kolektif memperingatkan bahwa model AI yang terus berkembang pesat berpotensi segera memungkinkan peretas untuk mengganggu pemerintah, bisnis, dan infrastruktur penting dalam skala global.

Gugatan Anthropic terhadap pemerintah AS masih menunggu putusan pengadilan, sementara sebagian badan pemerintah disebut tetap beroperasi menggunakan teknologi yang secara resmi sedang diperintahkan untuk dihentikan.

FAQ

Q: Apa itu AI Mythos 5 milik Anthropic?

A: Mythos 5 adalah model kecerdasan buatan canggih yang dikembangkan Anthropic. Model ini terbukti mampu mengidentifikasi kerentanan dalam jaringan pemerintah yang sangat aman dalam waktu singkat, sehingga digunakan oleh badan intelijen AS untuk keperluan keamanan siber.

Q: Mengapa NSA kehilangan akses ke AI Mythos 5?

A: Akses NSA terputus setelah pemerintahan Trump memberlakukan pembatasan ekspor terhadap Anthropic dengan alasan kekhawatiran keamanan nasional, sebagai bagian dari konflik panjang terkait penolakan Anthropic melonggarkan batasan penggunaan militer pada sistemnya.

Q: Mengapa Anthropic menolak permintaan militer AS?

A: Anthropic menolak mencabut pembatasan pada sejumlah aplikasi militer karena perusahaan secara terbuka menentang pengawasan domestik massal dan pengembangan senjata otonom penuh, yang dinilai bertentangan dengan prinsip keselamatan AI mereka.

Q: Apa risiko model AI seperti Mythos 5 bagi keamanan siber global?

A: Para ahli dan aliansi Five Eyes memperingatkan bahwa model AI yang mampu menemukan kerentanan jaringan secara otomatis juga berpotensi digunakan untuk mengotomatiskan serangan siber, menurunkan hambatan teknis bagi peretas, serta mengancam infrastruktur penting dalam skala global.

Q: Apa langkah hukum yang diambil Anthropic terhadap pemerintah AS?

A: Anthropic mengajukan gugatan hukum terhadap pemerintah federal AS, berargumen bahwa perintah penghentian penggunaan teknologinya merupakan pembalasan yang melanggar hukum atas penolakan perusahaan untuk melonggarkan batasan pada penggunaan militer AI.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Anthropic vs Alibaba: Tudingan Distilasi Terbesar Sepanjang Sejarah

26 Juni 2026 - 16:00 WIB

Anthropic tuduh Alibaba curi kemampuan AI Claude lewat 28,8 juta percakapan dan 25.000 akun palsu, surat resmi dikirim ke Komite Perbankan Senat AS.

Hadapi Sanksi Chip AS, China Justru Rebut Puncak Top500 Superkomputer

26 Juni 2026 - 15:52 WIB

Superkomputer LineShine China geser El Capitan AS dari puncak Top500 dengan performa 2,2 exaflop, tanpa bergantung pada GPU Nvidia atau AMD.
Trending di Teknologi